Kamis, 18 Agustus 2011 | By: Asril Arilaha

KLASIFIKASI DATA

Menurut Sifatnya, data dapat dibagi atas :
  1. Data Kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka akan tetapi berbentuk kategori, ranking atau peringkat. Misalnya, luas, sempit, rusak, baik, banyak, sedikit, mahal, murah, meningkat menurun, dan sebagainya.
  2. Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau bilangan. Misalnya ” Luas wilayah Provinsi Maluku Utara 140.255,32 km² ”, atau ” Sebanyak 1.823 pelamar dinyatakan lulus seleksi lokal (seleksi mandiri) penerimaan mahasiswa baru di Universitas Khairun Ternate pada tahun 2011 ” dan lain sebagainya.
Menurut Sumbernya :
Untuk membahas data menurut sumbernya, kita harus berpijak pada suatu organinsasi atau badan (Negara, Departemen, Perusahaan, Rumah Tangga, dan lain sebagainya). Menurut Sumbernya, data dapat dibagi atas:
  1. Data Internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan di dalam suatu organisasi. Bagi suatu negara, data internal mencakup data penduduk, data pendapatan nasional, data sumber-sumber alam, dan sebagainya. Bagi suatu perusahaan, data internal meliputi data tentang personalia, keuangan, peralatan, produksi, penjualan, dan sebagainya.
  2. Data Eksternal, yaitu data yang menggambarkan tentang keadaan atau kegiatan di luar suatu organisasi. Misalnya, bagi suatu perusahaan, data eksternal itu meliputi data tentang daya beli masyarakat, perkembangan harga, data permintaan dan konsumsi. Sedangkan bagi suatu negara misalnya data tentang perkembangan harga barang-barang ekspor di pasar internasional, data yang menunjukkan krisis moneter, dan sebagainya. Data eksternal ini dimaksudkan untuk menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil kegiatan (karya) suatu organisasi. Misalnya, naik-turunnya daya beli masyarakat dapat mempengaruhi hasil penjualan dari suatu perusahaan. Contoh lainnya, krisis moneter dapat  mempengaruhi hasil ekspor suatu negara, dan sebagainya.
Menurut Cara perolehannya, data dapat dibagi atas :
  1. Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan langsung dari obyeknya.
  2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya sudah dalam bentuk publikasi.
  3. Data Tersier, yaitu data yang diperoleh dari sumber yang dipublikasikan seperti jurnal atau majalah penelitian, buku, dan media ilmiah lainnya. Data tersier biasanya diambil dari penelitian orang lain dengan catatan ada ijin dari peneliti yang bersangkutan (yang diambil dari data mentah, bukan hasil penelitiannya)
Menurut Waktu Pengumpulannya, data dapat dibagi atas :
  1. Cross Section Date, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang bisa menggambarkan keadaan/kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya, hasil Sensus Penduduk Indonesia tahun 2010, menggambarkan keadaan penduduk Indonesia pada tahun 2010 (menurut umur, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, lapangan kerja dan sebagainya).
  2. Data Berkala (Time Series Date), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran tentang perkembangan suatu kegiatan dari waktu ke waktu. Misalnya, produksi padi di Kabupaten Halmahera Timur selama lima (5) tahun terakhir, Ekspor Komoditas Pertanian dari Provinsi Maluku Utara selama tahun 2001-2010, dan sebagainya. Data berkala ini sering juga dinamakan data histories, apabila digambarkan grafiksnya akan menunjukkan suatu fluktuasi, yaitu suatu gerakan naik-turun. Berdasarkan data berkala, bisa dibuat suatu garis trend, yaitu suatu garis yang menunjukkan arah perkembangan secara umum. Garis trend sangat berguna sebagai dasar pembuatan ramalan (forcasting) yang sangat diperlukan untuk dasar perencanaan, oleh karena ramalan memberikan gambaran tentang kemampuan pada masa yang akan datang.
 

0 komentar:

Poskan Komentar